Gaslighting, Fenomena Berbahaya Dalam Hubungan

Perasaan sungkan dan hormat akhirnya membuat seseorang rentan terjerumus menjadi korban. Bukan cuma mengacaukan lingkungan dan meyakinkan bahwa istri sendiri sudah gila, sang suami pun melecehkankan, mengendalikan, dan memisahkan istrinya dari teman-teman dan keluarga. Gaslighting bisa terjadi dalam berbagai hubungan, mulai dari hubungan kerja, hubungan asmara, pertemanan, bahkan hubungan antara orang tua dan anak. Walaupun sebenarnya korban bukanlah penyebab dari kesalahan tersebut, tetapi pelaku dapat memanipulasi perasaan korban agar mereka merasa demikian.

Orang-orang poisonous menggunakan metode ini untuk mengerahkan kekuasaannya dalam memanipulasi teman, keluarga, kekasih, dan teman kantor. Kita sering mendengar istilah manipulasi, tapi, acquainted kah dengan istilah gaslighting? Oleh karenanya, pelaku gaslighting sangatlah berbahaya untuk kita dan jelas memiliki tujuan untuk menjebak kita dalam hubungan yang tidak sehat atau poisonous relationship. Gaslighting adalah tindakan memanipulasi seseorang menggunakan upaya psikologis untuk membuat mereka mempertanyakan kewarasan diri mereka sendiri. Ini merupakan bentuk pelecehan emosional yang parah dan sering membuat mereka mempertanyakan ingatan, pikiran, atau peristiwa yang telah terjadi pada diri mereka sendiri.

Mempelajari kelemahan-kelemahan Anda adalah salah satu komponen yang membantu pelaku melanggengkan taktik gaslighting-nya. Termasuk menjadikan hal-hal yang sangat Anda hargai keberadaannya sebagai bentuk ancaman atau “senjata”. Sebagai contoh, bila Anda dan pasangan bertengkar karena masalah yang sama berkali-kali dan dia selalu berusaha untuk meyakinkan bahwa sudut pandang dirinya yang benar dan Anda salah. Seorang gaslighter sangat erat hubungannya dengan perilaku umum kekerasan, diktator, narsis, dan pemimpin yang selalu ingin dianggap besar dan benar. Perilaku ini ditunjukan dengan cara berbohong, memanipulasi, dan memaksa orang lain hingga orang tersebut mempertanyakan pikiran, ingatan, peristiwa, persepsi, dan keberadaan diri mereka sendiri.

Jika Anda berada di Twitter akhir-akhir ini, Anda mungkin melihat #gaslighting digunakan untuk menggambarkan segala sesuatu mulai dari sudut pandang politik hingga manajer yang menjengkelkan. Tetapi akarnya lebih dalam dari itu — dan jika Anda bisa menggambarkan pasangan Anda dengan cara ini, Anda mungkin benar-benar berada dalam hubungan yang kasar. Dilansir dari Tirto.id, hal pertama yang penting dilakukan adalah berani mengakui bahwa kamu adalah korban. Dengan menerima kondisi ini kamu akan dengan mudah menerima masukan-masukan untuk menghadapi masalah yang sedang dihadapi. “Yang namanya mengkambing hitamkan sama saja dengan black marketing Situs Slot Gacor campaign, jadi menuduh seseorang yang sebenarnya tidak pernah berbuat salah dan faktanya tidak seperti itu. Jika memang ingin dipercaya oleh masyarakat, pemerintah harus memiliki apa yang disebut dengan kredibilitas, bukti kejujuran.

Apa itu gashlighthing

Caranya bisa dengan sign off dari media sosial, bermeditasi, atau berdoa. Pokoknya lakukan hal yang bisa membuatmu tetap tenang dan bisa berpikir jernih dan objektif tentang dirimu sendiri. Semakin kamu sadar dengan teknik-teknik ini, semakin kamu cepat menyadari dan menghindari dari perangkap pelaku gaslighting.

Mereka akan terus menyangkal hingga Anda merasa bahwa dia benar dan Anda akan mempertanyakan realitas diri Anda sendiri. Semakin Anda menanyakan kebenaran diri Anda sendiri, maka secara tidak langsung Anda sudah menerima penyangkalan yang mereka buat. Dengan meyakinkan semua orang di sekitar kita jika mereka adalah satu-satunya orang yang dapat dipercaya, pelaku gaslighting akan menjadi dalang utama. Meski seorang pelaku gaslighting mengatakan ia peduli dengan kita, hal itu bisa berbanding terbalik dengan apa yang dilakukannya. Mereka memberi tahu kita apa yang ingin kita dengar, kemudian melakukan hal lain sesuai kehendaknya. Mereka kemudian akan memberitahu kita untuk “menyelesaikannya,” sehingga kita berpikir sudut pandang kita adalah hal yang keliru.

Kemudian lakukan identifikasi terhadap pola perilaku si pelaku dan sadari bahwa dia melakukannya karena perasaan tidak aman. Yang terakhir, sangat dibutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat korban untuk kembali menumbuhkan rasa percaya diri. Hal tersebut sangat sesuai dengan data perolehan oleh KPPPA Republik Indonesia yang menyatakan bahwa tingkat kekerasan baik secara fisik dan seksual yang dialami perempuan belum menikah yaitu sebesar forty two,7%. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan tindakan gaslighting masuk pada ranah hubungan percintaan baik secara private atau domestik. Berdasarkan knowledge tersebut, gaslighter diperankan oleh laki-laki dengan menjadikan objek perempuan sebagai korban gaslighting, baik kondisi sadar maupun tidak sadar.

Kelemahanmu adalah salah satu senjata bagi mereka untuk mendapatkan hatimu dengan bertindak sok pahlawan. Jika tidak ditangani dan dibiarkan, gaslighting dapat berdampak signifikan pada harga diri dan kesehatan mental seseorang. Umumnya korban gaslighting tidak menyadari mereka telah dicuci otak karena dilakukan secara perlahan dan bertahap.

Ketika gaslighting terjadi dalam pernikahan tentu hubungan menjadi tidak sehat. Ini berisiko buruk untuk kesehatan psychological Bunda bahkan dapat mempengaruhi anak-anak. Gaslighting dalam pernikahan terjadi karena ingin mempertahankan kendali atas pasangannya.