Tepatkah Penggunaan Ivermectin Sebagai Obat Covid

Meskipun seseorang dapat dengan mudah mengelola gejala di rumah, meminta nasihat dokter akan berguna untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak. Sementara itu, ivermectin sebagai obat COVID-19 telah diteliti dalam studi kecil dan dikombinasikan dengan doxycycline untuk mengetahui pengaruhnya. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa kombinasi kedua obat ini bekerja lebih baik dalam mengurangi gejala dan mempercepat proses penyembuhan COVID-19. Meski demikian, permintaan obat tradisional China ini masih terus meningkat di seluruh dunia. Ketika terkena virus ini, imunitas seseorang harus tetap kuat, dengan demikian seseorang tidak mudah terkena virus, dan bagi yang sudah terkena akan cepat sembuh jika tidak mempunyai riwayat penyakit lain.

Obat ini sebenarnya digunakan untuk mengobati malaria dan beberapa jenis gangguan autoimun. Namun, belum ada obat yang benar-benar bisa langsung menargetkan virus penyebab Covid-19 tersebut.

Obat penyembuh covid yang ampuh

Selain menjaga mood tetap positif, Maia meyakini salah satu kunci dirinya cepat sembuh adalah dengan memperkuat imun tubuh. Infeksi COVID-19 sendiri disebabkan oleh virus bernama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Karena disebabkan oleh virus, penggunaan antibiotik untuk mengobati kondisi ini tidaklah tepat.

Yang pertama, obat dapat diperoleh dari modifikasi dari sebuah struktur molekul tertentu atau sintesis secara kimiawi menghasilkan suatu senyawa obat. Yang kedua, obat “baru” bisa berasal dari obat yang sudah ada, tetapi digunakan untuk penyakit yang berbeda. Dalam hal obat Covid-19, telah banyak dicoba obat-obat lama untuk mengatasi Covid-19, yang disebut sebagai drug repurposing.

Dari hasil uji klinis ini, pemerintah China langsung menyetujui pemberian Carrimycin. China sangat cepat memberikan izin karena Carrimycin memang bukan obat baru. Dalam narasinya WHO menyatakan tidak ada bukti bahwa obat saat ini dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit. WHO tidak merekomendasikan pengobatan sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, sebagai pencegahan atau penyembuhan untuk COVID-19.