Pernahkah Anda Lakukan Gaslighting Ke Anak?

“Banyak orang yang berselingkuh tidak berpikir mereka akan mencari cara untuk membuat selingkuhannya pergi atau berpura-pura seperti itu tidak pernah terjadi,” kata McNulty. Biasanya, orang yang bersifat mengendalikan mencari pasangan yang bisa mereka kendalikan. “Semua ini akan menjadi efek dari perilaku gaslighting pada seseorang,” kata McNulty. Seiring waktu, perilaku seorang gaslighter memotong kepercayaan diri seorang korbannya. Misalnya, ia berusaha meyakinkan jika ayah kita tidak menyayangi kita, teman kita telah melakukan fitnah, atau saudara kita berbohong. Jika si pelaku memberikan pujian sesekali, McNulty menyarankan agar kita tak tertipu.

Seseorang yang melakukan gaslighting mungkin tidak cukup baik dalam mengendalikan emosi atau refleks diri. Dalam beberapa kasus, psikolog mengatakan bahwa gaslighting umumnya dilakukan oleh orang yang teridentifikasi memiliki sifat narsis. Efek gaslighting lambat dan bertahap, sehingga korban tak menyadari kalau dirinya sedang dimanipulasi. Ketika gaslighter melakukan kebohongan secara bertahap dan terus menerus maka ini bisa menjadi hal yang berbahaya. Ia akan menarikmu ke dalam kebohongannya dan membuatmu menjadi lelah dari waktu ke waktu.

Kalau kamu gaksegera menyelamatkan diri, cepat atau lambat kekerasan pasangan terhadap kamu akan memuncak. Pada titik ini, kamu sudah terlalu jauh dari teman-teman dan keluarga yang padahal bisa membantu kamu. Gaslighting adalah suatu taktik yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kekuasaan dengan cara memanipulasi dan membuat korban mempertanyakan kewarasan mereka sendiri. Istilah ini dikenal luas usai film berjudul Gaslight dirilis pada tahun 1944.

Apa itu gashlighthing

Robin Stern, associate director Yale Center for Emotional Intelligence, mengatakan bahwa betapa berbahayanya seseorang melepaskan realitasnya. Menurut penulis buku The Gaslight Effect tersebut, jika seseorang mulai meragukan penilaiannya sendiri, ia bisa Slot Online berakhir dalam kondisi dimana ia tidak bisa mengambil keputusan secara mandiri. Tentu penyebab retaknya hubungan sangat beragam, tapi semua pasti ada hikmahnya. Begitulah kata seorang kawan yang bijak untuk urusan orang lain, tapi tidak untuk urusan diri sendiri.

Pelaku akan berbohong untuk membuat dirinya terlihat baik dan tidak pernah salah, sekaligus menjebak korban sebagai pelakunya. Taktik yang seringkali digunakan kepada korbannya adalah terus-menerus mengkritik, menyalahkan, melontarkan kalimat abusif, mengintimidasi, atau menolak tanggung jawabnya. Dalam sebuah hubungan, gaslighter harus merasa dominan, paling benar tentang segalanya, dan terus-menerus memaksakan penilaian mereka. Mereka suka menyalahkan korbannya dengan kalimat seperti “Ini semua karena salahmu” atau “Aku lakukan ini karena kamu tidak mendengarkan aku”.

Terakhir, kita dapat membuat korban berpikir objektif dengan memperlihatkan bukti-bukti dan fakta yang mendukung. Meskipun setiap orang dapat mengalami gaslighting, hal ini sangat umum terjadi dalam hubungan intim dan dalam interaksi sosial di mana terdapat ketidakseimbangan kekuatan. Sebagai orang yang berada di sekitar korban dan pelaku, jelasnya, dapat menjadi pendengar yang baik bagi korban. Tiap individu juga dapat meminta korban mengomunikasikan pikiran dan perasannya pada pelaku, dengan harapan pelaku dapat sadar dan memperbaiki perilakunya. [newline]Terakhir, buat korban berpikir objektif dengan memperlihatkan bukti-bukti dan fakta yang mendukung. Dengan mengatakan bahwa orang lain (keluargamu, teman-temanmu, dan lainnya) adalah seorang pembohong, lagi-lagi ini akan membuatmu mempertanyakan tentang realita. Membuatmu selalu berpaling kepada sang gaslighter untuk memperoleh informasi yang benar, padahal kamu berkali-kali dibohongi.

Taktik manipulasi seperti ini memanfaatkan psikologis seseorang dengan mengontrol pikiran korban. Agar pelaku dapat mendapatkan yang dia inginkan secara tersirat, tidak disebut atau diperlihatkan secara langsung. Dampaknya banyak, korban mulai meragukan segala hal, mulai dari persepsi, kebenaran, atau bahkan paling parah ya kewarasannya. Gaslighting adalah perilaku manipulasi psikologi yang bertujuan untuk membuat korban merasa ragu dan tidak yakin, membuat mereka mempertanyakan berbagai hal mengenai dirinya. Perilaku ini membuat korban merasa akhirnya seperti pertanyaan muncul dari dalam diri, tapi sebenernya yang membuat pertanyaan ini adalah pelakunya.