Memanipulasi Dalam Hubungan, Apa Itu Gaslighting?

Tujuannya untuk membuat korban tidak percaya diri dan menguasai emosi korban. Seperti yang sudah disinggung pada poin satu tentang hak-hak tiap orang, penting untung diingat bahwa diri kita adalah prioritas utama. Jika hal itu tidak membuatmu bahagia atau kamu tidak ingin melakukannya, beranilah untuk menolak! Jangan sampai orang lain bisa memanfaatkan dirimu karena kamu adalah seseorang yang tidak berani untuk menolak permintaan orang lain. Sering berbohong untuk menyangkal kesalahannya dan merasa tidak melakukannya meskipun sudah ada bukti sehingga seseorang mulai meragukan kenyataannya karena sering terjadi dan akhirnya memercayainya. Gaslighter sering mencari kelemahan seseorang dan membuat suatu kebohongan yang seolah-olah itu benar sehingga seseorang percaya dengan apa yang dikatakannya.

Apa itu gashlighthing

Ditambah adanya kemungkinan korban merasakan takut kehilangan dan takut berpisah dengan pasangannya. Seperti yang dikatakan Dr. Robin Stern, setiap manusia merupakan arsitek dari realitas atau keyakinan masing-masing. Maka, jika Anda merasa ada yang salah dalam hubungan rumah tangga, jangan ragu untuk mencari tahu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Hal ini bisa menjadi langkah awal untuk tahu apakah Parents mengalami gaslighting dari pasangan. Gaslighting merupakan sebuah bentuk kekerasan emosional dan psikologis penuh dengan manipulasi secara verbal atau pun perilaku.

Kalau dirinya sedang berbohong, gaslighter tahu bahwa kamu sedang ragu antara percaya atau nggak percaya. Maka, mereka akan coba membuat kamu goyah dengan cara apapun supaya kamu percaya sama mereka. Setiap kejahatan, tentu merugikan bagi korban dan orang lain yang terkait, terlepas dari bentuk kejahatan yang dilakukan. Mirisnya, masyarakat saat ini belum begitu mengerti kapan harus memaafkan pasangan dan kapan harus pergi mengakhiri hubungan. “Karena kemampuan mengatasi masalahnya buruk, maka proses mencapai tujuan ini dilakukan dengan cara memanipulasi orang lain untuk mengontrol lingkungan tempat ia tumbuh termasuk membentuknya menjadi seorang gaslighter,” tambahnya. Namun yang terpenting, kita harus mengetahui apa yang akan berubah jika kita menyadari motif pelaku gaslighting.

Dia akan selalu berusaha untuk meyakinkan bahwa perilakunya benar dan pasangannya selalu salah walaupun yang sebenarnya terjadi tidak demikian. Istilah gaslighting kabarnya berasal dari movie tahun 1944 berjudul “Gaslight” yang bercerita tentang seorang suami yang secara sistematis mencuci otak istrinya sampai si istri merasa dirinya benar-benar gila. Sang istri berusaha setengah mati melindungi kesadaran dirinya di tengah upaya sang suami merebut kewarasannya. Film ini juga bercerita bagaimana korban gaslighting bisa menderita Stockholm Syndrome di mana sang korban begitu tak yakin dengan realita dan malah akhirnya jadi bergantung dengan si pelaku.

Arahkan perhatian yang sangat dibutuhkan pada hubungan apa pun yang mungkin nggak berhasil, dan bukalah diri untuk bertemu orang baru. Kita bisa mempertimbangkan terapi bersama pasangan, namun pastikan untuk memesan sesi pribadi. Terapi jangka panjang dan teratur dengan profesional yang berkualifikasi juga diperlukan untuk membekali kita agar dapat melepaskan diri dari hubungan yang beracun. Nah, langkah pertama dalam memulihkan diri dari gaslighting adalah berkomitmen untuk menghindari siklus yang toksik ini.

Sebab, jika dibiarkan, Anda akan terus menerus terjerumus dan sulit untuk sembuh dari “luka” akibat gaslighting. Para pelaku melakukan hal ini untuk menghindari tanggung jawab atas pilihan buruk yang telah mereka lakukan. Namun, tindakan ini juga membuat korban gaslighting bingung dan frustasi karena tidak ada pengakuan atas rasa sakit yang mereka rasakan.

Saat disalahkan, justru ia merancang kebohongan dan memosisikan diri sebagai korban untuk menutupi kelemahannya. Gaslighter selalu sedia taktik yang mulus dan rapi, sehingga korbannya menjadi tak sadar kalau dirinya tengah dimanfaatkan untuk kepentingannya. Mereka tahu kamu orang baik, maka dari itu kamu tidak akan dibiarkan lepas. Tipe orang seperti ini pun Daftar Situs Judi Slot Terpercaya 2021 juga tidak akan malu meminta bantuan finansial tanpa keinginan untuk mengembalikannya. Ketika cerita dan kenangan ini terus-menerus diceritakan kembali menurut versi pelaku untuk kepentingannya sendiri, korban lama-kelamaan mulai meragukan ingatannya tentang apa yang terjadi. Pelaku mungkin mengatakan korban tersandung dan mereka mencoba menenangkannya.

Komentar-komentar inilah yang akan membuat korban merasa tidak nyaman ketika harus menyalahkan sikap pelaku, dan ujung-ujungnya membuat korban kembali meminta maaf. Siklus ini akan terjadi setiap saat dan seseorang yang terus menerus mengalaminya akan mengalami gangguan psikologis yang cukup parah. Oleh karena itu, penting bagi korban untuk dapat dengan cepat mendeteksi fenomena ini dan segera keluar dari hubungan berbahaya ini sebelum terlambat.

Ia memiliki karakter yang suka memanipulasi dan menyiksa istri sendiri . Berasal dari film Gaslight tahun 1944, film ini bercerita tentang hubungan yang dilecehkan secara emosional di mana seorang suami secara perlahan memanipulasi istrinya agar percaya bahwa dia menjadi gila. Sejak film tersebut dirilis, istilah tersebut telah digunakan untuk menggambarkan pelecehan berulang dan terus-menerus yang digunakan sebagai alat untuk menggeser dinamika kekuasaan dalam suatu hubungan. Mima menjelaskan, ada beberapa kondisi yang menjadi ciri suatu individu terjebak dalam hubungan gaslighting.