Banyak Perusahaan Tutup Selama Pandemi, 721 Pekerja Di Phk Di Gianyar

Akan tetapi, masih ada yang bertahan walaupun ruang gerak sangat terbatas. Penutupan sementara fasiltas umum memberi dampak pada pengusaha kecil. Seperti contohnya, pedagang kelontong tidak dapat menjual barangnya disebabkan oleh pasar yang ditutup dalam jangka waktu tertentu.

Bahkan beberapa penyedia jasa memberikan pelayanan dengan datang ke rumah pelanggan. Berbeda dengan krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998 yang diselamatkan oleh UMKM. Saat banyak bisnis berjatuhan, justru produk dari bisnis kecil mengalami peningkatan ekspor.

Lalu, supaya penjualan tetap terkejar, kami juga menempuh inovasi produk yang cocok dikonsumsi saat wabah seperti ini dengan merilis jenis produk baru seperti cireng sambal nanas. [newline]Seperti kami yang tadinya hanya bergerak difashion, jadi melebar ke buku dan mainan. Kalau jualan lebih bervariasi,customertidak hanya datang saat butuh baju saja atau saat jelang Lebaran saja. Saya menjalankan usaha di bidang fashion Kong4D bayi dan anak dengan model Baby Zio, Ziokudeome, dan Ziokuziome.

Berdasarkan knowledge yang dilansir dari kementrian ketenagakerjaan, terdapat 2,8 juta pekerja yang terkena dampak langsung akibat covid-19. Mereka terdiri dari 1,7 juta pekerja formal dirumahkan dan 749,four ribu di-phk . Namun naasnya perusahaan yang memutus hubungan bekerja berdalih dengan alasan “force majeure”.

Banyak perusahaan tutup karena covid

Ia lanjut, dalam masa pandemi Covid-19 ini Disnaker membentuk tim monitoring dampak pandemi Covid-19 dengan tugas mendata dan memfasilitasi konseling ketenagakerjaan kepada pengusaha dan serikat pekerja atau pekerjanya langsung. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Serang R Setiawan mengatakan, untuk jumlah perusahaan yang tutup akibat terdampak pandemi Covid-19 ada delapan perusahaan. SERANG, .- Sebanyak delapan perusahaan industri di wilayah Kabupaten Serang sudah dinyatakan tutup akibat terdampak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Bisnis digital atau bisnis IT menjadi salah satu dari deretan sektor usaha yang dapat menjadi peluang usaha saat Corona dan dapat bertahan dalam kondisi krisis sekalipun. Rasa cemas dan panik tentu mendarat di hati para pelaku bisnis ketika krisis ekonomi menyebar di hampir seluruh negara di dunia akibat COVID-19.